hahihuheho

Melanglang Malang (Bromo-Sempu-Batu) | Chapter I

Posted on: July 14, 2012


13 Juni 2012, tepat pukul 15.45 menjadi titil awak keberangkatan kami menuju kota Malang. Menaiki si ular besi bernama Malabar,kami menempuh perjalananan selama kurang-lebih 15jam. Saya bersama @rzbchtr @adhihidayat @daswan_rambey @prasetya_hw akhirnya mengawali pagi di Stasiun Malang dengan menyantap soto daging.

Destinasi pertama kami adalah Segara Anakan – Pulau Sempu. Sempat kebingungan karena ini memang kali pertama kami mengunjungi kota Malang,akhirnya rekan saya @idos_ membantu mengantarkan kami dari stasiun Malang menuju Terminal Gadang . Kemudian dilanjutkan dengan menaiki bus mini dengan tujuan Turen, ya cukup dengan ongkos Rp 4.000, kami akhirnya sampai di Turen. Sesampainya di Turen,kami sempatkan untuk santap siang di sebuah warung makan sedehana milik Ibu Kartini; lezat dan ekonomis,2 kata yang menggambarkan warung makan tersebut plus kearam-tamahan beliau dalam melayani pelanggannya. Nah, untuk sampai ke Pulau Sempu,kami direkomendasikan untuk menaiki angkot biru menuju Pantai Sendang Biru dengan tarif Rp 15.000, namun setelah hasil lobi dengan salah satu pengemudi, kami berangkat dengan ongkos Rp 12.500/orang.

Menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam akhirnya kami sampai di Pantai Sendang Biru, dari sana hanya butuh 5menit untuk menyebrang ke Pulau Sempu menuju Segara Anakan dengan menyewa perahu Rp 100.000. Perjalanan kami lanjutkan, ya trekking selama hampir 60menit,dibantu oleh seorang guide ( Rp 100.000/antar).

And here we come! Sempu Island, eits we arent finish yet, trekking duluuu hahaha. Fyi, trek yang dilalui cukup berat menurut saya sebagai seorang wanita,hehe yaa seperti ini :

Begitulah,tapi tenaaaang semua rasa capek yang dirasakan bakal terbayar seketika setelah sampai di Segara Anakan, saya menyebutnya ini sebagai pulau pribadi yang memang masih sangat ‘perawan’.  Sepintas bahkan terlihat seperti Phuket di Thailand. Nah,yang perlu kalian tahu,bila kita bermalam disini,ya mingkin saja hanya ada kita disana,plus belum adanya kamar kecil. This is it, my gorgeus Segara Anakan!

Suasana malam hari disini sesungguhnya begitu langka. Bintang serasa 2x lebih dekat terlihat,romantis sekali haha. Sayangnya alat dokumentasi kami tidak memadai untuk mengabadikannya,jadi?rasakan sendiri sensasinya! Well, keesokan hari kami kembali pulang,uutuk kemudian menuju destinasi selanjutnya : Bromo ! ~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

By: TwitterButtons.com

VOTE MY BLOG

my dream destination

Hello Tweeps !

Blog Stats

  • 32,199 hits
%d bloggers like this: